Sirius's Love Thorns
"Salam sapa hangat dari nirwana akan selalu ku kenang Roni." Gelora hati Sirius.
“Riri,” panggil Klara, sahabat Sirius.
“Kamu dari mana?” tanya Klara.
“Dari kelas sebelah pinjam buku ke Okta karena di perpustakaan habis,” sahut Sirius.
“Kenapa kamu enggak beli di Toko buku aja. Mumpung masih ada promo. Yuk aku temenin. Bentar bentar, kok Kamu murung? Aku ajak kamu kan sekalian refreshing ke toko buku, kalau kita koleksi buku kan lumayan buat wacana kita ketika jenuh sekolah daring besok ini,” ajak Klara antusias.
“Sekolah daring? memang sudah ada pengumuman resmi dari sekolah kalau mulai besok kita daring,” tanya Sirius kaget. Ia sering kali tidak fokus dengan apa yang di hadapannya.
Hal ini sangat terlihat semenjak kepergian Roni kekasihnya. Sewaktu itu Roni pergi studi banding selama 1 bulan untuk mewakili sekolah namun seminggu sebelum masa studi bandingnya usai. Waktu itu dia jatuh pingsan saat mengikuti seminar Explaindio. Ketika masuk ke RS Singapore Rapid tes menunjukan dia terkena Covid-19. Tiga hari setelah masa isolasi nyawanya sudah tidak bisa tertolong.
10 juni 2020
“Hari ini ulang tahunya,” gumam Sirius, “yang biasanya aku menyiapkan kado untuknya meski sebatas bolu kesukaannya yang di balut pita hias”. Hingga hal kecilpun tak luput dari ingatan Sirius. Tepat hari ke-100 setelah meninggalnya. Diadakan pengajian doa untuk Roni. Sirius melangkahkan kaki ke rumah Roni dengan tegar meski kini tak ada lagi sambutan hangat oleh Ayah Ibunya karena beliau berdua telah menyusul Roni .
21 Juni 2020
“Dear Dayre, kehilangan bukanlah sebuah bencana yang harus diratapi. Akan tetapi ini bukti cinta Tuhan kepada Mahluk-Nya untuk lebih dekat kepada Sang Pemilik. Muara cinta Tuhan tidak akan habis untuk kita harap akan kasih dan sayang. Itulah salam sapa surga yang selalu kubayangkan ketika sukma ini kembali merindunya. Aku akan selalu ingat bahwa besi tidak akan terluka oleh duri. Apa arti duri?, ketika kerikil itu adalah duri maka aku akan selalu berusaha menjadi besi, karena aku tidak akan lupa untuk bahagia.”
Sirius
17 Juli 2020
“Halo! Assalamualaikum, Apa kabar Ri? aku kangen kamu. Selama daring kita tidak pernah jalan bareng. Aku kangen bisa ngerjain tugas bareng kamu, hange out bareng, nongkrong di toko buku Semesta bareng, pokoknya aku kangen semuanya tentang kita,” sapa Klara via percakapan telefon.
“Waalaikumsalam, Halo juga, Klara aku pingin cerita,” jawab Sirius penuh semangat.
“Haaa??? Beneran kamu udah siap curhat sama aku? Kamu dah yakin kalo aku bisa menjadi tempat curahan hati kamu melihat selama tiga bulan ini kamu tak keluar sepatah dua katapun meski sekedar Tanya kabar kek atau Tanya tugas, Serius?”sambut Klara dengan kehangatan.
“Iya cerewet. Aku mulai curhat ya” sahut Sirius
“OK, aku senang mendengarnya” jawab Klara penuh bahagia karena keceriaan Sirius adalah hal yang ditunggu-tunggu.
Sirius mulai bercerita isi hatinya pada Klara. “Ra, dari hari ke hari aku merasa semangatku tumbah semakin membuana. Kamu tahu Klara, suara hati ini mulai berbisik ketika aku melihat sesosok Roni tampak ada pada diri Haidar. Aku cukup mengenalnya karena ia tidak lain adalah sahabat Roni. Aku rasa kamupun tahu bukan? Aku tidak tahu orang menilaiku apa. Mengapa aku bisa dekat dengan sahabat kekasih sendiri itupun setelah Roni meninggal. Akan tetapi selama berhari-hari dia yang selalu menemaniku dan memberi semangat ketika aku hanya teringat tentang Roni. Gitu ceritanya”
“Oh ya? kamu fix bakalan move on dan milih Haidar? OK aku selalu dukung kamu demi kebahagiaan sahabatku”.
Masa terus berputar. Detik, menit hingga hari berlalu.
5 Januari 2025
Haidar, lelaki yang has dengan kopyah putihnya selama masa SMA. Diam-diam masih mendekati Sirius hingga saat ini. Meski ini semua tak nampak. Semangatnya dalam mengarungi hari membuat Sirius mengaguminya, teringat ketika dia tidak bisa meneruskan kuliah karena alasan biaya dan tidak boleh mengambil beasiswanya ke Dubai oleh ibunya karena sewaktu itu ibunya sangat hawatir hal yang terjadi pada Roni terjadi pula terhadap putranya. Hari itu selama kedekatan Haidar dan Sirius, baru terdengar oleh Sirius bahwa sebenarnya Haidar memendam rasa selama 5 tahun sejak masa SMA hingga kini. Sirius menyadari meski dia kehilangan sosok Roni yang sangat perhatian padanya. Namun Tuhan tidak kurang cara untuk mengungkapkan cinta-Nya, hingga Sirius kembali mengenal cinta.
27 Februari 2025
“Sirius aku boleh main ke rumahmu tidak? Kebetulan aku membawa penumpang ke daerah blok rumahmu maka aku pikir sekalian aku mampir. Ada hal serius yang ingin aku bicarakan,” cakap Haidar via phone. Meski sebenarnya tidak ada penumpang namun Haidar berinesiatif untuk membuat kejutan agar seolah dia datang memang bukan diniati melainkan hanya ningin main seperti hari-hari biasa.
“Oh iya, silahkan saja, kebetulan Ayah dan Ibuku juga ingin menyampaikan sesuatu kepada kamu,” jawab Sirius.
Tak lama kemudian Haidar sudah sampai di rumah Sirius. Perbincangan antara orang tua Sirius dan Haidarpun dimulai. Haidar menyampaikan hajatnya untuk segera meminang Sirius. Dia tak ingin terlalu lama. Ia memiliki alasan tersendiri mengapa tidak mahu pacaran. Dia takut banyak kemadlaratan yang terjadi jika harus melalui masa pacaran. Memang selama Sirius dekat dengan Haidar dalak kurun waktu 5 tahun, mereka tidak ada ikatan apapun selain sebagai Sahabat. Haidar adalah orang pertama yang Sirius kenal sebagai sesosok pria agamis dan sangat sopan. Dia lebih memilih taaruf di banding pacaran.
Keesokan hari.
Peristiwa yang tidak pernah Sirius inginkan datang menjamu kembali menyapa hati yang pernah terluka. Datanglah seorang perempuan yang menangis sujud di kaki Sirius. Dia memohon agar meninggalkan Haidar. Miska, perempuan itu mengaku bahwa dia sedang mengandung calon bayi Haidar. Sirius sangat terkejut mendengarnya. Hatinya sangat terombang-ambing terngiang kata-kata yang keluar dari mulut perempuan itu.
“Ya Allah ada apa lagi ini? Apakah aku harus kehilangan orang yang aku sayangi lagi? Dimanakah keadilan-Mu? Aku sudah yakin bahwa Haidar orang yang tepat untukku. Tapi mengapa ada hal seperti ini terjadi padaku?. Siapa sebenarnya perempuan itu!” jerit dalam benak Sirius.
3 hari kemudian.
“Assalamualaikum,” terdengar salam Haidar datang ke rumah Sirius bersama orang tuanya untuk meneruskan perbincangan 4 hari silam tentang niatnya yang ingin meminangnya. Namun sebelum langkah kaki mereka ke ruang tengah. Sirius langsung mencegahnya.
“Haidar aku mohon kejujuran kamu. To the poin aja. Mana mungkin ada laki-laki taat beragama tapi dia punya anak di luar nikah.” Sirius tak lagi bisa mengontrol amarahnya. Dia berfikir sungguh kejam Haidar yang selama ini dia kenal mempunyai perangai yang baik telah mengecewakannya. Bahkan sangat kecewa.
“Insya Allah aku akan berkata jujur. Namun sebelumnya aku ingin bertanya padamu. Mengapa kamu menanyakan hal demikian? Selama ini aku tidak pernah berbohong padamu. Niat aku untuk menjalankan sunnah bersamamu sungguh dari dalam hati,” jawab dengan penuh kepasrahan oleh Haidar.
“Kalau kamu enggan berbohong, mengapa kamu tidak bercerita tentang Miska ibu dari calon bayi kamu?” geram Sirius, “cukup. Bapak, Ibu dan kamu Haidar, mohon maaf saya perkenankan tinggalkan tempat ini.” jemu dan amarah melihat penjelasan Haidar, Sirius tak menghiraukan penjelasannya bahkan ingin Haidar tak lagi ada dihadapannya.
“Astaghfirullahaladzim! Sungguh aku tidak tahu apa maksud ucapanmu. Meskipun Aku bukan orang yang punya pendidikan tinggi namun Aku selalu berusaha untuk berperilaku yang semestinya. Aku tulus ingin menikahimu. Aku tidak pernah membuka hati kepada selain kamu. Dan Aku tidak mengenal Miska. Siapa sebenarnya Miska itu? Mengapa kamu berkata ini padaku?” Sontak Haidar.
Tiba-tiba datang seorang laki-laki memotong pembicaraan kami.
“Miska adalah mantan kekasih saya. Dia teman seangkatan SMA kamu dan Haidar. Namun dia tidak pernah sekelas. Coba kamu cek buku angkatan kamu. Dia berganti wajah karena dia mengalami kecelakaan dan harus oprasi plastik. Sewaktu SMA dia sangat mengagumi Haidar. Dia sering menaruh surat di tas Haidar dan memberi hadiah padanya. Namun hal itu diabaikan oleh Haidar karena Miska selalu memeberi nama pengirim dengan NN. Namun setelah lulus SMA Miska tak lagi berharap dan mengatakan ingin menjalin hubungan denganku. Dia mengaku sudah melupakan cintanya yang terpendam. Hingga akhir-akhir ini hubungan kami jauh karena Miska tidak memberikan kabar dan aku terus datang kerumahnya namun tak menjumpainya. Ternyata setelah aku mendapat kabar dari sahabatnya bahwa dia merencanakan suatu hal yang itu berdampak pada hubungan kamu dan Haidar. Dia hanya mengaku-ngaku mengandung anak Haidar tapi sebenarnya dia itu tidak hamil. Dia hanya ingin memiliki Haidar tanpa memikirkan harga dirinya, dan ini yang membuatku meninggalkannya,” jelas Laki-laki itu yang tak lain mantan kekasih Miska.
Seketika hati Sirius mulai percaya bahwa Haidar tak mungkin melakukan hal itu. Kemudian Sirius meminta maaf kepada Haidar atas kesalah pahaman yang terjadi. Hingga akhir kisah cinta mereka berdua bermuara pada ikatan suci di hari Senin, 5 Mei 2025.
Biografi Narasi
Dian Nurmawaddah, lahir pada tanggal 20 Juli 1995 di Pemalang, Jawa Tengah. Tercatat sebagai Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Pekalongan. Jejak bisa di temukan di akun instagram : @Dian Chikichik Mbem Mbem. Wattpad: Dian Chikichik Mbem Mbem. Blog: www.nurmawaddahdian.blogspot.com. Banyak kata bijak yang terpenting bukan hanya kata.
Komentar
Posting Komentar