Delisa-Cermin
Dalam sujudku, kusungkurkan badanku dan ku tempelkan dahi pada selembar kain putih di atas sajadah. Tidak ada suatu hal yang dapat ku katakan selain lantunan doa dan harapan. Entah apa yang harus ku lakukan ketika hanya waktu yang dapat menjawab akhir dari kisah ini. Delisa, gadis yang selalu ku impikan di setiap malamku. Kini ia terbujur kaku diatas peti. Aku tak lagi bisa berbuat apapun selain mendoakannya. *** Delisa seorang pelukis wanita yang cantik jelita. Dia senang sekali menyulap kanva menjadi seni ajaib yang menghasilkan emas. Kemahirannya memainkan kuas menghipnotis para penikmat seni. Dalam dinginnya malam beserta hujan yang menyapa, Delisa tak pernah melewatkan suasana itu tanpa ibunya. "Ibu, aku datang," ucap Delisa. "Hm," balas senyum hangat dari ibu Delisa. "Aku ingin sekali melukis wajah Ibu yang semakin hari semakin cantik," rayu Delisa terhadap Ibunya. Ibunya tersenyum dan tidak menolak permintaan putri satu-satunya. Delisa anak yang pat...